Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik dan Magister Ilmu Hubungan Internasional mengadakan Diskusi “Metodologi Penelitian Sosial” di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana UMY Lt.1, Rabu (22/11). Diskusi yang memberikan pemahaman pada mahasiswa dalam melakukan penelitian sosial ini, menghadirkan Dr. Teuku Afrizal dari University Malaysia Sabah (UMS).

Teuku Afrizal menerangkan bahwa ilmu pengetahuan memiliki beberapa dimensi yaitu dimensi Epistimologis yang merupakan proses untuk membangun ilmu itu sendiri, dimensi Ontologis yaitu apa yang ingin dipelajari dan Aksiologi yang memiliki arti manfaat dari ilmu. Karakteristik ilmu pengetahuan yang rasional, objektif dan terbuka mengharuskan peneliti memiliki syarat-syarat empirisme, rasionalisme dan kritisme.

Terdapatnya improvisasi dalam penelitian menjadi keprihatinan tersendiri bagi Teuku Afrizal. “Peneliti terkadang mengimprovisasi terhadap data yang dibutuhkan, misalnya mengisi keusioner sendiri bukan dari responden. Tindakan ini tentu kurang tepat dan menjadikan hasil kesimpulan tidak valid”, ungkap Teuku Afrizal.

Teuku Afrizal menekankan bahwa peneliti perlu memiliki sikap ilmiah dan kepekaan teoritik. Sikap ilmiah berupa sikap ingin tahu, skeptik, kritis dan objektif. Sedangkan, kepekaan teoritik mengacu pada kepemilikan wawasan, kemampuan memberi makna pada data, kemampuan memahami dan memisahkan data-data yang berhubungan dari data yang tidak berhubungan.

Senada dengan Teuku Afrizal, Dr. Sidik Jatmika (Dosen Ilmu Hubungan Internasional UMY) mengungkapkan perlunya pemahaman terhadap etika penelitian. Dalam menggali data, peneliti perlu memahami pendekatan dan etika sosial yang berlaku dimasyarakat.

Diakhir diskusi, Teuku Afrizal memberikan masukan atas pertanyaan dari mahasiswa tekait permasalahan yang ditemukan dalam melakukan penelitan.(wsn/dep)