Diskusi Publik “Agama, Kebudayaan dan Pelestarian Lingkungan

September 21, 2018 oleh : superadmin-pa

Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik bekerjasama dengan Program Pascasarjana UMY menyelenggarakan Diskusi Publik “Agama, Kebudayaan dan Pelestarian Lingkungan pada Kamis (20/9), di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana Lantai 1, Gedung Kasman Singodimedjo Kampus Terpadu UMY. Diskusi yang dipandu oleh Dr. Ahmad Sahide, M.A. menghadirkan narasumber, Prof. Judith Schelehe dan Dr. Ita Yuliato.

Prof. Judith Schelehe menjelaskan Indonesia merupakan satu dari lima penyumbang limbah plastik terbesar di samudera. Produksi 64 juta ton sampah tiap tahun yang mana 14% (9 juta) diantaranya merupakan sampah plastik dan 3,6% -nya sampai ke lautan dunia. “Sampah adalah masalah serius. Sampah/kotoran mewujudkan entitas yang dapat mengancam ketertiban,dan hal itu mewakili gangguan sosial. Dunia yang tidak teratur akan  melambangkan bahaya,” ungkap  Prof. Judith Schelehe

Dia menambahkan, bahaya tidak hanya terkait apa yang dilakukan manusia terhadap sampah, namun juga apa yang telah dilakukan sampah terhadap lingkungan dan bagi kita semua. Selain itu, bahaya-bahaya tersebut seringkali berawal dari kebiasaan sehari-sehari seperti membakar sampah yang sebenarnya akan menimbulkan berbagai penyakit di lingkungan kita.

Sementara itu, Dr. Ita Yuliato menyampaikan bahwa tanpa disadari, simbol plastik sudah menjadi gaya hidup di Indonesia. Persepsi modernitas  seringkali mengabaikan bahaya dari produksi. Hampir disetiap acara, kita terus-terusan menambah sampah plastik yang telah menjadi budaya kita. “Padahal, sampah plastik dapat diminimalisir dengan menggunakan bahan tradisional. Misalnya berupa bungkus snack acara yang bermula plastik dapat diubah menjadi daun pisang dan sejenisnya. Sehingga, tidak hanya memanfaatkan alam tapi kita juga merasa bagian darinya,” jelas Ita Yulianto.

Perhatian masyarakat dan keterlibatan pemerintah diperlukan dalam pengelolaan sampah.  “Kita butuh kesadaran masyarakat mandiri & pemerintah untuk bertanggungjawab mengelola sampah dan melestarikan lingkungan. Jika management dan goverment lingkungan baik, maka rakyat pun akan nyaman,” tutup Prof. Judith Schelehe.