IMG_0744

Program Studi Doktor Politik Islam–Ilmu Politik Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih akreditasi A. Akreditasi A tersebut berhasil diperoleh berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional–Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 0104/ SK/ BAN-PT/ Akred/D/ III/ 2016 dengan masa berlaku terhitung sejak 5 Maret 2016 hingga 5 Maret 2021. Keberhasilan Program Doktor Politik Islam–Ilmu Politik UMY dalam meraih akreditasi A ini patut dibanggakan. Hal ini karena Program Doktor Politik Islam–Ilmu Politik Pascasarjana UMY menjadi satu-satunya prodi kajian politik Islam yang ada di Indonesia dan mendapat nilai akreditasi A.

“Program Doktor Politik Islam menjadi pembeda dari program doktor politik yang lain. Program ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menggunakan kajian politik Islam dalam program doktor. Ini menjadi salah satu nilai lebih dari program doktor di universitas lainnya yang memiliki Program Doktor Politik,” ungkap Kepala Program Studi Doktor Politik Islam, Prof. Tulus Warsito saat ditemui di Pascasarjana UMY pada Rabu, (6/4).

Prof. Tulus melanjutkan, sekalipun prodi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY masih tergolong muda, namun terhitung sejak berdiri pada tahun 2007 hingga saat ini, sudah mampu meningkatkan kualitas dalam pelaksanaan pendidikan pengajaran, pengabdian pada masyarakat, penelitian, hingga kegiatan mahasiswa. “Hasil penelitian dosen dan mahasiswa menjadi salah satu nilai lebih dari berbagai komponen penilaian akreditasi. Itulah sebabnya, yang paling kami fokuskan yaitu bagaimana agar para dosen dan mahasiswa terus meningkatkan penelitian di tingkat Nasional, bahkan penelitian Internasional,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prof. Tulus menyebutkan bahwa prodi S3 Politik Islam–Ilmu Politik UMY memiliki beberapa fokus kajian. Diantaranya yaitu mengenai negara, kekuasaan, pemerintahan, hubungan Internasional, perdamaian, kebijakan publik, partai politik, organisasi sosial, media massa, konflik dan perdamaian, serta gender. “Fokus kajian yang ada di prodi Doktor Politik Islam–Ilmu Politik UMY ini fokus di kawasan Asia dengan pendekatan empiris dan kontekstual,” paparnya.

Selain itu, faktor pendukung lainnya dari akreditasi A yang diraih oleh prodi S3 Politik Islam-Ilmu Politik UMY yakni dengan adanya beberapa fasilitas seperti pusat-pusat kajian pendukung pembelajaran mahasiswa maupun dosen. Pusat-pusat kajian tersebut yaitu Ahmad Syafii Maarif School of Political Thought and Humanity (ASMS), Jusuf Kalla School of Government (JKSG), Mahathir Global Peace School (MGPS) dan Institute of Diplomacy and Foreign Relations (IDFR).

Prof. Tulus kembali menambahkan, agar prodi S3 tersebut terus meningkat dan dapat menjadi acuan program Doktor Islam hingga ranah Asia Tenggara, prodi S3 Politik Islam– Ilmu Politik UMY juga terus menjalin kerjasama dengan berbagai universitas di ranah Internasional. “Di tingkat Internasional, kami menjalin kerjasama dengan Mindanau State University, Illigan Institute of Technology, Thammasat University, Khon Kaen University, Korea University, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Utara Malaysia dalam bentuk visiting professor, Sabbataical Leave, joint research, Konferensi Internasional, serta pertukaran mahasiswa,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, Prof. Tulus menyebutkan bahwa prodi S3 Politik Islam–Ilmu Politik juga berhasil mendapatkan skor melebihi dari perkiraan sebelumnya. “Sedikit ada rasa pesimis sebenarnya, sebelum kami menyerahkan borang ke tim penilai. Kami memperkirakan skor yang didapat 355 dari skor minimal akreditasi A 360. Kami memberikan perkiraan dengan skor tersebut supaya kami tidak kepedean dan dengan itu akan terus meningkatkan apa yang perlu ditingkatkan. Tapi Alhamdulillah, ternyata skor yang kami dapatkan itu jauh dari perkiraan, nilai yang kami peroleh 367. Nilai ini bisa dikatakan nilai yang agak gemuk,” jelasnya.

Keberhasilan Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY ini pun tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang turut membantu dan mendukung dalam proses akreditasi. Prof. Tulus berharap, program doktor dengan kajian Politik Islam tersebut dapat menjadi acuan atau tujuan dari mahasiswa di tingkat Asia Tenggara untuk belajar tentang Politik Islam. Selain itu, ia juga berharap agar program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY tidak hanya berhasil meraih akreditasi tingkat nasional saja, namun juga bisa meraih akreditasi tingkat Asia Tenggara. “Kami berharap tetap dapat mempertahankan akreditasi A ini, dan bisa menjadi salah satu tujuan para mahasiswa yang ingin belajar politik Islam, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu peningkatan riset hingga skala Internasional juga akan menjadi sangat penting untuk di tingkatkan, agar prodi ini bisa mempertahankan akreditasi A pada tahun 2021 mendatang,” harapnya. (hv)