Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik menggelar Seminar Kemuhammadiyah dan Kebangsaan bertajuk “ KH. Ahmad Azhar Basyir, Akhlaq – Hukum Islam dan Pemikiran Islam”, Sabtu, (13/7) di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana Kampus Terpadu UMY. Seminar ini bertujuan untuk menggali dan memahami kiprah dari KH. Ahmad Azhar Basyir yang merupakan salah satu tokoh muhammadiyah.

Tampil sebagai narasumber di antaranya, Evi Sofia Inayati, S.Psi  (Putri KH. Ahmad Azhar Basyir), Drs. Achmad Charris Zubair, S.U., (Filsafat UGM), dan Alimatul Qibtiyah, Ph.D (Ketua LPP Pusat ‘Aisyiyah) serta Dr. Zuly Qodir (Moderator).

Evi Sofia menerangkan bahwa selain berkiprah di dalam organisasi muhammadiyah, ahmad azhar basyir juga berkiprah di luar organisasi.  “Beberapa amanah yang beliau emban di luar organisasi, di antaranya wakil ketua MUI Pusat (1990-1995), anggota tetap akademi fikih Islam OKI (wakil indonesia), pendiri dan anggota pengawas Bank Mu’amalat Indonesia,” terangnya.

Ditengah kesibukan tugas dan pekerjaan organisasi, Ahmad Azhar basyir termasuk kepala keluarga yang terbuka dan memberikan keleluasaan terhadap anggota keluarga. “Beliau selalu mendukung ide-ide positif istrinya dalam menata keluarga. Ia juga mendukung pengembangan potensi seni istri dan anak-anaknya tanpa ada larangan maupun batasan, “ tambah Evi Sofia.

Ahmad Azhar Basyir juga berperan aktif di lingkungan masyarakat. Dia terlibat dalam kepengurusan takmir masjid. “ Beliau hampir selalu memberikan informasi perkembangan dan aktivitas organisasai pada setiap pengajian  serta melayani konsultasi agama,” ungkap Evi Sofia. (dep)