Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY dan Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menggelar Workshop bertajuk “Pencegahan Radikalisme dan Ektremisme di Kalangan Dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah”, Rabu (21/8) di Aston Hotel Surakarta. Workshop bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang dapat menjadi potensi munculnya pemahaman radikal dan ekstremisme. Selain itu, juga sebagai upaya preventif dalam menanggulangi paham radikal dan ekstremisme.

Kegiatan dibuka langsung oleh Dr. Agung Danarto, M.Ag (Pimpinan Pusat Muhammadiyah) dan menghadirkan narasumber ahli, antara lain: Brigjend Pol. Ir. Hamli, M.E. (Direktur Pencegahan BNPT RI), Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan (Majelis Dikti PPM), Prof. Dr. Musa Asy’arie (Guru Besar Filsafat Islam IAIN Surakarta), Dr. Hamim Ilyas (Majelis Tarjih PPM), Dr. MA. Fattah Santoso (Wakil Rektor UMS), Alimatul Qibtiyah, Ph.D (Lembaga Penelitian dan Pengembangan PPA), Dr. Muhammad Ali (Dikdasmen PDM Solo), Sri Roviana, M.A. (PP Aisyiyah) dan Dr. Mega Hidayati (PRA/Dosen UMY). Sementara itu, 65 peserta yang terdiri atas dosen, kader PDM, PCA serta mahasiswa program doktor UMS berpartisipasi aktif dalam workshop tersebut.

Prof. Musa menuturkan upaya pencegahan di lingkungan PTM dapat dilakukan dengan perkuliahan kemuhammadiyahan yang terbuka dan dialogis, memperkuat budaya berpikir dengan pendekatan multidimensi, serta memperkuat penelitian dan pengabdian keilmuan. Sementara itu, Prof. Munir menerangkan bahwa multikulturalisme dapat menjadi pemicu daya kreatif bagi pengembangan AUM di daerah yang memiliki tradisi berbeda serta keterbukaan komunikasi dalam era digital membuka ruang tampilnya system dan pola perilaku yang secara formal-material salimg berbeda, namun harus saling sapa.