Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Dr. Haedar Nashir, M.Si memberikan Kuliah Ahli kepada mahasiswa politik islam-ilmu politik UMY, Selasa (8/10) di Ruang Sidang Prodi Politik Islam, Gedung Pascasarjana Lt. 1 Kampus Terpadu UMY. Mahasiswa baru yang berjumlah 6 orang terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti perkuliahan yang diselenggarakan Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik.

Di hadapan mahasiswa, Dr. Haedar Nashir membahas Islam Kontemporer di Indonesia. Wajah Islam Indonesia hari ini dan ke depan memerlukan kesinambungan selain tetap mempertahankan karakternya yang moderat, sekaligus berkemajuan agar mampu berkompetisi dengan umat dan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia baru di abad modern yang sangat dinamis dan kompleks. Islam tengahan (wasithiyah, moderat) yang berwajah lembut, damai, teduh, toleran, dan harmoni berintegrasi dengan Islam berkemajuan yang menampilkan kesadaran rasionalitas, objektivitas, ilmu pengetahuan, teknologi, kerja keras, disiplin, mandiri, profesionalitas, dan nilai-nilai kemajuan lainnya sehingga umat yang mayoritas ini hadir sebagai kekuatan unggul.

Umat Islam harus tampil sebagai bangsa modern dan memiliki pusat-pusat keunggulan sebagaimana ciri masyarakat maju. Umat Islam Indonesia akan tampil sebagai penyebar rahmatan lil-‘alamin manakala dirinya memiliki keunggulan untuk diberikan kepada bangsanya dan masyarakat dunia. Kesimpulannya, Umat Islam Indonesia tidak cukup hanya berkarakter moderat, tetapi juga harus maju (berkemajuan), yakni unggul dalam segala bidang kehidupan, sehingga kehadirannya sebagai pembawa misi rahmat bagi semesta alam benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata di muka bumi ini. Di sinilah pentingnya posisi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menghadirkan peran Islam berkemajuan di Indonesia dalam memasuki abad ke-21!

Baca juga: http://www.suaramuhammadiyah.id/2018/02/16/muhammadiyah-dan-kehadiran-islam-berkemajuan-di-indonesia/