Yangon, 26 Agustus 2019 – Upaya Program Studi S3 Politik Islam-Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi program S3 terkemuka di Asia Tenggara terus dilakukan.  Pada 26 Agustus 2019, Sekretaris Pengelola Program Studi, Dr. Hasse Jubba, MA,  mengunjungi salah satu universitas tertua dan terkemuka di Myanmar yaitu University of Yangon. Universitas ini terletak di jantung kota Yangon, ibu kota Myanmar. Kunjungan ini dilakukan selain untuk mempromosikan program studi, juga melakukan penjajakan untuk kolabosari riset, joint publication, dan menawarkan program bagi mahasiswa asing. Kunjungan ini dilakukan di Faculty of Science Department of Anthropology yang memiliki focus kajian pada isu-isu minority studies, peace building, development studies, and isu-isu kawasan strategis lainnya. Professor  Mya Mya Khin, sebagai haed of department, menerima kunjungan di kantornya pada sore waktu Yangon bersama dosen-dosen lainnya.

Pada disukusi yang dilakukan selama kurang lebih 2 jam, disampaikan bahwa saat ini program studi S3 Politik Islam-Ilmu Politik UMY sedang mengembangkan beberapa kajian yang juga merespons isu-isu kawasan di Asia Tenggara termasuk isu perdamaian, radikalisme, terorisme, intoleransi, dan dialog antar etnis dan agama. Pihak Univerity of Yangon merespons baik kunjungan ini dan sangat antusias untuk melakukan beberapa kolaborasi yang diawali pada tingkat faculty members. Dalam pertemuan ini juga dibicarakan adanya program awal berupa joint research and publication di dua perguruan tinggi (University of Yangon dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).  Satu hal yang menarik di Universitas Yangon adalah akomodasi terhadap Muslim sangat tampak. Pada Department of Anthropology, salah satu dosennya berasal dari kalangan Muslim.

Pada hari kedua, tanggal 27 Agustus 2019, Dr. Hasse Jubba, MA juga melakukan research sharing kepada  dosen-dosen Department of Anthropology. Dalam forum tersebut, disampaikan kondisi terkini Indonesia khususnya menyangkut hubungan Islam dan kelompok-kelompok minoritas. Para dosen sangat tertarik mengetahui tentang peran Islam sebagai populasi agama mayoritas di Indonesia. Melalui kesempatan ini, disampaikan kepada mereka bahwa meskipun di Indonesia Muslim menjadi mayoritas, tetapi tetap ada akomodasi kepentingan terhadap kelompok (agama) minoritas termasuk memberikan ruang untuk berkiprah di tingak universitas dan pemerintahan. Kesempatan ini juga, digunakan sekaligus untuk mempertanyakan bagaimana akomodasi dan sikap Buddis sebagai kelompok mayoritas di Myanmar terhadap Muslim. Menurut mereka, di level akademik perguruan tinggi hampir tidak ada masalah, namun di level praktis masyarakat masih ditemukan praktik-praktik yang tidak akomodatif. Isu ini menjadi salah satu topic yang akan direspons pada joint research dan publication ke depan.