Komunitas Dani Muslim memandang berislam bukan hanya sekedar menjalankan praktek beragama, namun lebih jauh dari itu Islam bagi Dani Muslim adalah merupakan sumber kebesaran diri dan kebanggaan yang direbut dengan sangat banyak pengorbanan. Hal inilah sekaligus menjadi semangat Dani Muslim untuk tetap mengidentifikasi diri sebagai Muslim dengan tetap mempertahankan tradisi Papua yang kemungkinan memiliki banyak kontradiksi dengan ajaran-ajaran pokok Islam.

Sebagaimana disampaikan Ade Yamin dalam Ujian Tertutup Disertasi yang digelar Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik, Jumat (26/7) di Study Hall Pascasarjana UMY. Penelitian disertasinya yang berjudul “Menjadi Muslim Papua: Perjuangan Komunitas Dani Muslim di Lembah Bailiem” dipaparkan di hadapan Tim Penguji.

Ade Yamin menerangkan keberadaan muslim Dani di lembah baliem wamena menjadi minoritas di Papua karena hanya berjumlah 1051 jiwa secara keseluruhan atau 8 % dari total penduduk Muslim dan hanya 0.45% dari pemeluk agama mayoritas Kristen di Kabupaten Jayawijaya, harus berjuang untuk menghadapi tekanan Kultural maupun struktural.

“Dani muslim tidak hanya menjadi liyan ditengah agama sendiri yang mayoritas di Indonesia, ia juga menjadi liyan dalam etnis sendiri karena memeluk agama yang berbeda dan bersinggungan secara langsung. Orang Dani di 10 kampung lokal Kabupaten Jayawijaya tetap bertahan memeluk Islam sebagai agama, walaupun mengalami berbagai tekanan,” terangnya

Dia menambahkan, komunitas Dani Muslim mampu bertahan dan tetap teguh memeluk Islam sebagai agama, ditentukan oleh 3 (tiga) hal.  Pertama, sejarah politik yang mengantarkan Islam kedalam kehidupan komunitas Dani, membuat Islam diterima pada awalnya karena Islam itu berguna dan bermanfaat. Kedua, praktek beragama yang menampilkan kesan sikap adaptative dari Islam memampukan komunitas membangun ruang-ruang bersama yang diplomatif dan negosiatif antara adat dan agama, memungkinkan Islam tetap survive. Ketiga, memeluk Islam bagi komunitas ini, bukanlah sekedar mendapatkan identitas, tetapi memutuskan untuk menjadi Islam adalah sumber kebesaran dan kebanggaan, karena Islam didapatkan melalui perjuangan dan penderitaan yang berdarah-darah.

Hadir sebagai Tim Penguji, antara lain Dr. Mega Hidayati, M.A. (Ketua Sidang), Prof. Dr. Irwan Abdullah, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., Dr. Hasse J., M.A., Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum, Dr. Zuly Qodir, M.Ag dan Dr. Idrus Al-Hamid.

Setelah mempertimbangkan jawaban atas pertanyaan dan keberatan Tim Penguji dalam Ujian Tertutup Disertasi, Tim Penguji memutuskan bahwa Ade Yamin dinyatakan LAYAK maju ke Ujian Promosi Doktor (Terbuka) dengan perbaikan. Ade Yamin diminta menyempurnakan disertasi sesuai saran, masukan, dan arahan dari Tim Penguji. (dep)