Komitmen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk menjadi salah satu perguruan tinggi Islam yang bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional dan juga untuk memberikan solusi bagi permasalahan politik Islam yang berkembang di tengah masyarakat, dibuktikan dengan berdirinya Program Studi Doktor Politik Islam – Ilmu Politik (PI-IP) pada tahun 2006 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI No.Dj.II/451/2006. Berkat kerja keras dari berbagai pihak dan peningkatan kualitas berbagai aspek. Secara luar biasa pada tahun 2016 Program Studi Doktor Politik Islam mendapatkan SK BAN-PT No. 0104/SK/BAN-PT/Akred/D/III/2016 dengan nilai akreditasi A. Dengan kata lain, prodi ini merupakan satu – satunya program doktor politik Islam di Indonesia yang memperoleh nilai akreditasi A.

“Pendirian Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik di latar belakangi oleh kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Pada awal abad ke-21, masyarakat dunia, khususnya Indonesia, sangat berharap akan munculnya era kebangkitan Islam, termasuk dalam dunia politik. Namun, kenyataannya publik sangat kecewa dengan prestasi politik Islam di berbagai negara yang cenderung justru membawa ketidakbaikan bagi kehidupan umat manusia. Sayangnya, tidak ada program studi doktor politik di berbagai perguruan tinggi yang khusus mengkaji masalah ini,” papar Guru Besar PI-IP, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. saat ditemui pada Rabu (9/1).

Sejauh ini Program Studi Doktor Politik Islam telah melakukan banyak sekali kerjasama dengan lembaga – lembaga pendidikan yang ada di luar negeri. Oleh karena itu, bukan hal yang aneh apabila mahasiswa yang belajar di prodi ini berasal dari dalam maupun mancanegara. Dr. Hazel D. Jovita, MPA yang berasal dari Filipina menjadi salah satu mahasiswa asing yang belajar di Program Doktor UMY dan telah lulus bersama dengan rekan – rekannya sebanyak delapan orang pada pertengahan tahun 2018.

Selain menarik minta orang asing untuk belajar di UMY, mahasiswa PI-IP juga turut aktif dalam berbagai forum politik baik tingkat nasional maupun internasional, diantaranya adalah 14th CILIS Islamic Studies Postgraduate Conference The University of Melbourne, The 2nd International Conference on the Humanitie, Social Sciences and Sustainability, The 4th International Students Conference on Humanity Issues (ISCOHI), International Conference on Administrative Science, Policy, and Governance Studies (ICAS PGS), dan International Conference on Innovative Research in Science,Technology and Management National University of Singapore (NUS).

“Seluruh peserta didik yang belajar di sini kami dorong untuk selalu berperan aktif dalam berbagai forum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pribadi. Dari kegitatan yang diikuti itu pun mereka bisa mengetahui isu – isu yang tengah berkembang di ranah domestik maupun intrnasional,” imbuh Nurmandi.

Selain aktif dalam forum – forum yang ada di berbagai tempat. Mahasiswa PI-IP juga telah memiliki publikasi ilmiah sebanyak 22 publikasi yang terdiri atas 2 jurnal terindeks scopus, 3 jurnal nasional terakreditasi, 5 jurnal nasional, 4 buku, 2 book chapter, 2 prosiding dan 2 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Sementara itu, program internasionalisasi juga berjalan pesat, kerjasama dilakukan dengan beberapa Perguruan Tinggi mitra di luar negeri, seperti: Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Utara Malaysia (UUM), SIAS (China), Flinders University (Australia), Chullalongkorn University (Thailand) dan International Islamic University of Malaysia. Untuk tahun ajaran baru 2019/2020, program doktor politik Islam telah menerima satu mahasiswa baru yang berasal dari Mindanao State University (MSU)-Iligan Institute Technology, Philippines yaitu Ajree Ducol Malawani. Ia mendapatkan beasiswa penuh yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Oleh karena itu Ahmad Nurmandi yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional berharap untuk kedepannya Program Studi Doktor Politik Islam – Ilmu Politik semakin memantapkan langkah untuk menjadi tujuan dimana orang hendak mempelajari politik Islam secara mendalam. Selain itu, lulusan yang dihasilkan dapat memiliki solusi dari permasalahan politik di tengah masyarakat. “Kami akan semakin memantapkan langkah untuk meningkatkan kualitas serta membawa nama prodi ini di kancah internasional dengan lulusan – lulusan yang unggul,” pungkasnya. (ak)