Sejarah

Pendirian Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Pada awal abad ke-21, masyarakat dunia, khususnya Indonesia, sangat berharap akan munculnya era kebangkitan Islam, termasuk dalam dunia politik. Namun, kenyataannya publik sangat kecewa dengan prestasi politik Islam di berbagai negara yang cenderung justru membawa ketidakbaikan bagi kehidupan umat manusia. Sayangnya, tidak ada program studi doktor politik di berbagai perguruan tinggi yang khusus mengkaji masalah ini. Di satu sisi, banyak perguruan tinggi Islam lebih memfokuskan diri pada kajian normatif dan historis tentang politik di masa sahabat-sahabat nabi hingga abad modern. Di lain sisi, banyak perguruan tinggi negeri lebih mengkaji fenomena politik kekinian. Oleh karena itu, untuk memenuhi harapan publik akan kajian-kajian yang memadukan pendekatan-pendekatan yang ada, UMY mendirikan Program Studi Doktor Politik Islam – Ilmu Politik.

Program Studi Doktor Politik Islam – Ilmu Politik didirikan pada tahun 2006. Pendirian Prodi ini disahkan oleh Pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI No.Dj.II/451/2006. Nomor SK Izin Operasional Prodi Politik Islam – Ilmu Politik ini adalah Dj.II/451/2006 (Perpanjangan: Dj.I/398/2010). Prodi Politik Islam – Ilmu Politik ini telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan Peringkat (Nilai) Akreditasi B dengan Nomor SK BAN-PT: 013/BAN-PT/Ak-IX/S3/XI/2010. Kemudian pada tahun 2016 secara luar biasa Prodi ini mendapatkan SK BAN-PT No. 0104/SK/BAN-PT/Akred/D/III/2016 dengan nilai akreditasi “A.” Dengan kata lain, prodi ini merupakan satu-satunya program doktor politik Islam di Indonesia yang memperoleh nilai akreditasi A.

Visi Program Studi Politik Islam – Ilmu Politik UMY adalah “Menjadi program studi strata doktor ilmu politik dengan fokus studi Islam kawasan yang terkemuka di Asia dalam pengembangan teori/konsepsi/gagasan ilmiah baru melalui riset empiris yang dipublikasikan secara nasional dan internasional untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara”. Penelitian dan kajian spesifiknya meliputi politik perdamaian; studi Islam kawasan; Islam dan nation-state; Islam dan demokrasi; Islam dan relasi minoritas-mayoritas; hukum negara dan perundangan syariat Islam; Islam: konflik dan integrasi; Islam dan HAM; Islam dan gender; Islam dan NGO; Islam dan nasionalisme; Islam dan sekularisme; liberalisme dan pluralisme Islam; fundamentalisme Islam; terorisme; Islam dan civil society; media, Islam, dan negara; clean dan good governance in Islam; Islam dan toleransi; multicultural citizenship; Islam dan kebijakan publik; pemikiran politik Islam; politik ekonomi; partai politik Islam; ormas Islam; kelompok kepentingan Islam; kelompok penekan Islam.
Pada fase berikutnya, pengembangan kelembagaan Prodi ini berjalan sangat pesat. Prodi ini bekerjasama dengan Prodi-prodi lain yang linier di UMY telah mendirikan Jusuf Kalla School of Government (JKSG) pada tahun 2011, Ahmad Syafii Maarif (ASM) School of Political Thought and Humanity pada tahun 2015, dan Mahathir Global Peace School (MGPS) – IDFR (Institute of Diplomacy and Foreign Relations) pada tahun 2016.

Kegiatan pembentukan jejaring (networking) nasional dan internasional pun telah dilakukan. Dosen-dosen tetap pada Prodi ini bekerjasama dengan Magister Ilmu Pemerintahan, Magister Hubungan Internasional, dan Program Studi Sarjana Ilmu Pemerintahan UMY mengadakan kegiatan-kegiatan berskala internasional, seperti Konferensi Internasional (ICONPO) dengan dihadiri seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia serta Korea University dan Thammasat University, Thailand. Kegiatan akademik terkait dengan jejaring yang telah dibuat, antara lain meliputi kegiatan kuliah umum dengan mengundang pakar dan praktisi politik dan pemerintahan seperti Syafii Maarif, Amien Rais, Fahmi Idris, Jusuf Kalla, Herry Zudianto, dan beberapa tokoh nasional lainnya serta pemberian beasiswa dan research funding dari para tokoh tersebut.

Sementara itu, program internasionalisasi juga berjalan pesat, kerjasama dilakukan dengan beberapa Perguruan Tinggi mitra di luar negeri, seperti: Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Utara Malaysia (UUM), SIAS (China), Flinders University (Australia), Chullalongkorn University (Thailand) dan International Islamic University of Malaysia. Pelbagai kegiatan seperti lecturer exchange dan joint international conference telah dilakukan dengan lembaga mitra tersebut yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua pihak. Di samping itu, Prodi juga menerima visiting fellows dari University of Maryland (US) dan Bangladesh selama 1 (satu) tahun untuk melakukan penelitian dan mengajar. Di lain pihak, terdapat 1 (satu) dosen yang menjadi visiting fellows di National University of Singapore (NUS) dan 1 (satu) dosen di Korea University, serta 1 (satu) dosen menjadi visiting professor di Universiti Utara Malaysia.