Di tengah-tengah perkembangan era globalisasi yang pesat, penggunaan bahasa asing sangat penting sebagai sarana komunikasi antar bangsa. Guna menghadapi tantangan tersebut, untuk pertama kalinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah se – Indonesia (PTMA) membentuk Asosiasi Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah (APUSBA – PTMA) yang resmi dilantik pada Jum’at sore (4/5) di Gedung K.H. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

APUSBA – PTMA ini berdiri di bawah naungan DIKTI LITBANG PP Muhammadiyah dan terdiri dari 21 PTMA yang ada di seluruh Indonesia dan berpusat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. H. Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A, Ph.D selaku Wakil Bendahara Majlis Pendidikan Tinggi & Pengembangan PP Muhammadiyah (DIKTI LITBANG) mengatakan bahwa asosiasi ini dibentuk dari berbagai PTMA seluruh Indonesia sebagai wadah untuk membahas dan mengkaji perkembangan bahasa agar bisa merata dan berstandar internasional. “APUSBA ini dibentuk agar seluruh PTMA bisa bekerjasama untuk saling melengkapi. Supaya semua perguruan Muhammadiyah bisa memilki standar internasional,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad Muttaqin juga berharap kedepannya agar asosiasi ini bisa menambah kemampuan para pendidik dan mahasiswa untuk bisa berbahasa asing guna membawa perguruan tinggi yang di bawah naungan Muhammadiyah ke tingkat dunia. Kemudian, selain bisa go international, PTMA melalui APUSBA – PTMA juga harus mampu menjadi pusat pelatihan bagi orang asing untuk belajar dan memahami bahasa serta budaya Indonesia. “APUSBA – PTMA harus bisa dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk mengasah kemampuannya supaya PTMA bisa maju di tingkat dunia. Setelah memiliki kemampuan berbahasa yang mumpuni, kita juga harus bisa menjadi pusat bahasa dan budaya bagi orang luar negri yang ingin belajar di Indonesia,” imbuhnya.

Noor Qamariyah Agustina, S.Pd., M.Hum sebagai ketua APUSBA – PTMA periode 2018 – 2022 mengatakan langkah pertama yang dilakukan sebagai program kerjanya adalah membentuk standar bahasa yang akan digunakan oleh seluruh Perguruan Tinggi di bawah Muhammadiyah. “Langkah pertama kita untuk menuju tujuan dari APUSBA – PTMA adalah membentuk standar layanan bahasa yang kelak akan digunakan untuk anggota kita dan seluruh PTMA,” tuturnya.

Kepala Languange Training Center (LTC) UMY ini juga mengajak Pergururan Tinggi Muhammadiyah lain yang belum menjadi anggota, untuk bisa turut berpartisipasi mengembangkan APUSBA – PTMA agar bisa berkembang lebih masif lagi. “Asosiasi ini baru pertama kali dibentuk, maka anggotanya masih terbilang sedikit. Untuk itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang belum bergabung, mari bergabung untuk berjuang bersama supaya wadah ini bisa berkembang lebih baik lagi”, tutupnya. (ak)