Program Doktor Politik Islam – Ilmu Politik menyelenggarakan Ujian Seminar Hasil Penelitian Disertasi pada Jumat, (29/12) Ruang Tutorial Pascasarjana Lt. 1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ujian Seminar ini dilaksanakan untuk tiga mahasiswa yaitu Andy Dermawan, Mochammad Parmudi dan Sugeng Riyanto. Ketiga mahasiswa tersebut memaparkan  hasil penelitian disertasinya dihadapan penguji dengan sesi waktu yang berbeda.

Pada sesi pertama yang berlangsung pukul 09.00 – 10.15 wib, Andy Dermawan menyampaikan hasil penelitian disertasinya yang berjudul “Perilaku Politik Elite Muhammadiyah Pada Pemilukada Kabupaten Temanggung Jawa Tengah (Studi Kasus di Wilayah Kauman) dihadapan penguji. Andy menyimpulkan bahwa perilaku politik elit Muhammadiyah Temanggung pada Pemilukada Tahun 2013 adalah moderat kooperatif dan akomodatif.

Sedangkan, sesi kedua berlangsung pukul 10.15- 11.30 wib, Mochammad Parmudi menyampaikan hasil penelitian disertasinya yang berjudul “Dinamika Politik Islam di Indonesia Era Reformasi”(Studi Fenomenologis Partai Keadilan Sejahtera di Kabupaten Kebumen Tahun 1999 – 2014) dihadapan penguji. Parmudi menyimpulkan, Pertama, PKS di Indonesia menyesuaikan dengan pemikiran-pemikiran Hasan al-Banna dari Ikhwanul Muslimin di mesir tersebut dengan situasi, kondisi, serta budaya di Indonesia. Kedua, kelahiran PKS bisa diterima dan eksis di masyarakat di Kabupaten Kebumen karena PKS melakukan pendekatan ke masyarakat melalui berbagai bidang. Ketiga, dinamika internal dan strategi electoral DPP PKS mempengaruhi kinerja PKS di arena politik lokal Kebumen karena permasalahan yang terjadi baik internal maupun eksternal di Pusat merupakan permasalahan juga bagi PKS di Kabupaten Kebumen.

Diakhir sesi ketiga yang berlangsung pukul 13.00 – 14.30 wib, Sugeng Riyanto menyampaikan hasil penelitian disertasinya yang berjudul “ Pengaruh Islam dalam Politik Luar Negeri Singapura” dihadapan penguji. Sugeng menyimpulkan bahwa kebijakan luar negeri ditentukan oleh peranan para pemimpin Singapura. Dalam hal ini, Singapura dipimpin oleh tokoh yang sangat legendaris bahkan identik dengan Singapura yakni Lee Kuan Yew. Pengalaman Lee Kuan Yew berinteraksi dengan islam yang terwakili oleh melayu baik yang ada di Singapura maupun di luar Singapura memberikan kesan negative di mata Lee Kuan Yew.

Adapun penguji yang hadir diantaranya Prof. Tulus Warsito, M.Si, Prof. Achmad Nurmandi, M.Sc., Dr. Hasse J, M.A., Dr. Zuly Qodir, M.Si., Dr. Mahli Zainuddin, M.Si., Dr. Surwandono, M.Si., Dr. Sidik Jatmika, M.Si., Dr. Mega Hidayati, M.A., Ali Muhammad, S.IP.,  M.A., Ph.D., dan Dr. Aris Fauzan, M.A.,  serta disaksikan beberapa mahasiswa Program Doktor Politik Islam – Ilmu Politik.

Diakhir sesi ujian seminar, penguji memberikan pertanyaan, saran maupun kritik terhadap materi teknis, metodologis dan substansi dari hasil penelitian disertasi yang telah dipaparkan. Ketiga mahasiswa tersebut diminta untuk melakukan revisi terhadap hasil penelitian disertasinya.(DEP/WSN)