Dalam rangka mendukung kegiatan belajar mengajar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan bantuan sistem pembelajaran E-Learning. Sistem E-Learning tersebut nantinya akan digunakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Muhammadiyah Taiwan kepada para TKI yang belum mengenyam pendidikan SD, SMP, serta SMA di Indonesia.

Peresmian bantuan sistem E-Learning tersebut dilakukan oleh Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP yang secara live teleconference dari Yogyakarta, pada Minggu (22/4). Dalam sambutannya, Gunawan menyatakan bahwa UMY sebagai bagian dari Muhammadiyah sangat mendukung hadirnya PKBM Muhammadiyah Taiwan. ”UMY sangat bangga dan akan selalu mendukung semua kegiatan belajar dengan berbagai aktivitas, demi kemajuan anda yang ada di Taiwan,” ujarnya.

Gunawan juga berharap bantuan E-learning dari UMY untuk PKBM Muhammadiyah Taiwan dapat membantu siswa untuk melakukan pembelajaran. “Tentunya jika anda sudah pulang ke Indonesia dapat melanjutkan kehidupan dengan ilmu yang telah didapat dari PKBM,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Indra Gunawan selaku Kepala Sekolah PKBM Muhammadiyah Taiwan menuturkan bahwa sistem E-Learning akan mencakup penyimpanan materi dari para tutor, menjalankan ujian secara online, serta survey secara online dengan 85 persen pertemuan dilakukan secara online sisanya adalah pertemuan secara fisik. “Kami berharap dengan support dalam bentuk E-learning oleh UMY ini, para siswa akan nyaman belajar di PKBM Muhammadiyah Taiwan,” ungkapnya.

PKBM sendiri merupakan kontribusi PCIM Taiwan dalam memberikan pendidikan formal bagi para TKI di Taiwan. PKBM tersebut juga telah berdiri sejak 6 Desember 2017 dan merupakan PKBM Muhammadiyah pertama yang hadir di luar negeri. Sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Syauqi, Ketua PCIM Taiwan di sela-sela kegiatan orientasi dan masa ta’aruf siswa PKBM (22/4).

“Muhammadiyah Taiwan senantiasa hadir untuk ikut terlibat dalam memberdayakan para TKI di Taiwan. Agar sekembalinya ke Indonesia, mereka kembali dengan status yang berbeda, yaitu memiliki pendidikan yang lebih tinggi,” ungkap Syauqi.

Syauqi juga menambahkan, saat ini PKBM Muhammadiyah Taiwan sudah memiliki 2 angkatan siswa yang terdiri dari 50 orang, dengan mengenyam pendidikan kejar paket A setara SD, B setara SMP, dan C setara SMA. Adapun tenaga pengajar dalam PKBM tersebut diampu oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani studi S2 dan S3 di Taiwan. (pras)