Memaafkan dan Membangun Peradaban

10 Mei 2021, oleh: superadmin

Kini saatnya kita secara individual dan kolektif melakukan rekonsiliasi antara kesombongan sebagai kekafiran dan kesalehan sehingga memunculkan manusia yang fitri, manusia yang terlahir kembali dalam kesucian jiwa.

Kemarin aku merasa pintar, maka aku akan mengubah dunia. Sekarang aku lebih bijaksana, maka aku akan mengubah diriku sendiri. Jalaluddin Rumi

Tak satu pun umat manusia tanpa dosa. Inilah noda yang telah melanda setiap umat manusia di muka bumi sejak Adam-Hawa di hadapan Tuhan. Orang paling saleh itu bukanlah orang yang tak pernah berbuat dosa, karena itu tak punya dosa, tetapi mereka yang dengan sadar diri mengaku pernah berbuat salah.

Penulis, Dr. Zuly Qodir, M.Ag (Ketua Program Doktor Politik Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Selengkapnya:

  1. https://www.kompas.id/baca/opini/2021/05/10/memaafkan-dan-membangun-peradaban/

  2. https://s3pi.umy.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/Zuly-Qodir-Kompas-100521.pdf