Sarasehan Pencegahan “Meneguhkan Moderatisme Islam Pencegahan Radikalisme Terorisme di Kalangan Dosen dan Mahasiswa Muhammadiyah”

21 November 2020, oleh: superadmin

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Program Doktor Politik-Islam Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan acara seminar dengan tema Sarasehan Pencegahan “Meneguhkan Moderatisme Islam Pencegahan Radikalisme Terorisme di Kalangan Dosen dan Mahasiswa Muhammadiyah” yang dilaksanakan pada Kamis, 19 November 2020 di The Phoenix Hotel Yogyakarta.

Acara yang diselenggarakan mulai dari pagi hingga sore ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi Pertama diawali pidato dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., lalu disambung sambutan dari Brigjen Pol. Akhmad Nurwachid (Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI) dan dilanjutkan acara diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Zuly Qodir dengan narasumber diantaranya Prof. Dr. Irfan Idris, M.A. (Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), M. Najib Azca, Ph.D (Sosiolog UGM), dan Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U. (Majlis Dikti PP Muhammadiyah).

Dalam pidatonya yang dilaksanakan menggunakan Zoom Meeting, Haedar Nashir menyampaikan bahwa moderatisme sangat cocok diterapkan di Indonesia sebagai negara yang majemuk. Moderatisme atau moderasi itu memang harus menjadi proses pengaruh utamaan di dalam gerakan melawan radikalisme dan terorisme di negeri tercinta ini. Masyarakat utama terbaik adalah masyarakat tengahan, yang memiliki keseimbangan dalam pandangan keagamaan maupun kemasyarakatan dan keduniawian.

Secara umum masyarakat Indonesia itu moderat, banyaknya pengaruh-pengaruh ekstrem dari luar membuat Indonesia memiliki banyak warna dan corak pada watak masyarakatnya. Selain itu, proses akulturasi agama Indonesia berjalan secara moderat, dulu Indonesia Hindu menjadi agama mayoritas tetapi mulai abad 13 mulai pindah ke mayoritas muslim. Peralihan ini berjalan secara damai dan tidak ada disterupsi kebudayaan yang membawa konflik.

Sesi kedua mengundang narasumber Dr. Agung Danarto, M.Ag. (Wakil Sekretaris Umum PP Muhammadiyah), Dr. Chaeder Bamualim, M.A. (Dosen FISIP UIN Jakarta), Dr. (chan) Sri Roviana, M.A. (Anggota MKS PP Aisyiyah), dan Dr. Mega Hidayati, M. A. (Pimpinan Ranting Aisyiyah). Pada sesi kali ini membahas tentang  peran keluarga Aisyiyah, peran anak muda, gerakan washitiyah (moderat) dalam pencegahan radikalisme terorisme, serta dakwah Islam/Alimulama dalam membendung radikalisme-ekstremisme.

Seminar kali ini mengunduang 100 peserta dari berbagai kalangan universitas di Yogyakarta dan kalangan Muhammadiyah. Acara berjalan sukses hingga akhir dan ditutup dengan foto bersama narasumber dan peserta. Meski acara ini dilaksanakan secara offline tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan mejaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

 

(ANA)