Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik dan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) mengadakan Public Discussion yang bertajuk “Religion and Gender in Contemporary Indonesia”, Rabu (11/4) di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana Lt. 1, Gedung Kasman Singodimedjo Kampus Terpadu UMY.

Acara yang dimoderatori oleh Hazel D. Jovita ini menghadirkan narasumber dari Arizona State University, Dr (Cand) Bethany Elias Jenner dan Dr. Mega Hidayati, M.A (Dosen Politik Islam UMY). Dalam kesempatan ini, Bethany menjelaskan tentang peluang untuk kesalehan dan komunitas di mushola dan masjid wanita.

Bethany memaparkan kasus yang terjadi di Indonesia dan Amerika. Di Indonesia, Musholla ‘Aisyiyah Karangkajen dan Kauman telah berfungsi sebagai mushola bagi perempuan selama beberapa dekade dan dijalankan oleh cabang perempuan dari organisasi. Sedangkan di Amerika, Masjid Wanita di Los Angeles California dalam beberapa tahun terakhir telah mengadakan jummah bulanan untuk wanita dengan khatib wanita.

Sementara itu, Mega Hidayati menyampaikan strategi perjuangan wanita di Indonesia. Kongres Ulama Perempuan Indonesia pada 25-27 april 2017, dapat berkontribusi dalam beberapa aspek yaitu: (1) Mengintegrasikan iman dan praktik keagamaan ke perspektif keadilan yang esensial dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, yang memperhatikan pengalaman perempuan dan kelompok rentan lainnya. (2) Akses terbuka yang dapat memperkuat eksistensi dan peran perempuan, menjadikan rumah ibadah menjadi pusat pemberdayaan, pendidikan dan pengembangan pengetahuan bagi perempuan. (3) Menanggapi masalah sosial, terutama wanita, anak-anak, dan kelompok rentan dengan memberikan saran dan pertimbangan agama dengan perspektif korban. (4) Mendorong munculnya advokasi dan solusi korban yang berbasis pada pesantren atau komunitas agama.