IMG_9914

Pemikiran-pemikiran Syai’i Maarif atau yang akrab dipanggil Buya Syafi’i ini dapat dijadikan sebuah ide yang sangat menarik yang tentu saja perlu dikembangkan. Buya selalu menawarkan pemikiran Islam moderat progessif yang inklusif bagi kemanusian. Oleh karena itu, tak heran jika Buya dipandang sebagai salah satu Guru Bangsa Indonesia. Oleh sebab itu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendirikan “Ahmad Syafii Maarif Of Political Thought And Humanity”, yang bertujuan agar pemikiran-pemikiran Buya ini nantinya dapat diwariskan kepada pemuda dan pemudi Indonesia. “Sekolah ini dapat mengekspor pemikiran Islam anak bangsa dalam tahapan internasionalisasi dalam bentuk publikasi. Serta mendorong pemikiran-pemikiran ulama yang ada dalam lingkungan Muhammadiyah. Tentunya pemikiran-pemikiran Buya ini nantinya akan diterjemahkan ke dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, “ jelas Direktur Pascasarjana UMY Dr Achmad Nurmandi M.Sc pada Soft Launching ASM School Of Political Thought and Humanity dan Bedah Buku di Mini Theater Gedung Pasca Sarjana Lt.4 pada Selasa Sore (7/7).

Pembawaan Buya yang lembut dan halus ini yang membuat dirinya selalu merasa rendah hati dalam hal apapun. “Sebenarnya saya ini masih merasa kalau hidup saya ini masih sia-sia, coba kita lihat saja Bung Hatta pada umur 26 tahun saja sudah melanglang buana dengan pemikirannya. Seharusnya pemikiran atau gagasan baru itu muncul ketika berumur 30 tahun. Meskipun ide sekolah ini bukan dari pemikiran saya, tapi saya berharap dengan berdirinya sekolah ini dapat bermanfaat bagi para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia,“ terang Buya dalam sambutannya.

Buya melanjutkan bahwa beberapa minggu yang lalu dirinya baru saja berdiskusi dalam sebuah konferensi, ketika salah seorang diberi kekuasaan, kemudian orang tersebut menolaknya. “Menurut saya kekuasaan itu sangat penting demi kemajuan bangsa apalagi kekuasaan tersebut berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Penolakkan kekuasaan ini banyak dilakukan oleh orang Muhammadiyah tapi, tidak berlaku untuk orang Muhammadiyah yang lama,“ ungkapnya yang membuat gelak tawa peserta.

Semenntara itu, Prof. Dr. Tulus Warsito mengatakan, ide Buya yang apik tentunya harus diwariskan, selain itu ide-ide yang dikembangkan pun dapat menginspirasi banyak hal. “Buya memiliki pemikiran yang inklusif, Buya pernah berpandangan jika ada asosiasi setan beliau ingin menjadi muridnya, kemudian saya berpikir bahwa pemikiran yang diciptakan oleh Buya ini bukanlah dalam lintas kemanusiaan namun hingga lintas kemakhlukkan. Hal inilah yang ingin kami ketahui, pemikiran apa yang sebenarnya diterapkan oleh beliau,“ ujarnya selaku ketua pelaksana ASM School Of Political Thought and Humanity di UMY.

Prof. Tulus berharap sekolah ini nantinya dapat menyelenggarakan dan mewariskan pemikiran Buya, meskipun ide nama atau pembuatan sekolah ini bukan dari ide Buya. “Tapi kami akan tetap meminta ridho atau mohon restu kepada beliau. Karena, atas ridhonya semoga institut ini akan terus berjalan dengan lancar. Untuk itu karena ini baru soft launching, maka untuk grand launchingnya insyaAllah akan dilaksanakan bulan Oktober,“ terangnya.

Pendirian ASM School Of Political Thought and Humanity bukan tanpa alasan dan tujuan, salah satu tujuan dari didirikannya ASM School Of Political Thought and Humanity adalah menyebarluaskan pandangan islam yang rahmatan lil alamin secara konstruktif untuk kemajuan peradaban manusia. “Artinya, bahwa kami akan menjadi anak ideologis Buya dan mewarisi pemikiran-pemikirannya, jadi bukan hanya sekedar pengikutnya saja. Tapi, ide atau pemikiran Buya akan terus kita kembangkan. Saya berharap nantinya lembaga ini akan dijadikan sebuah lembaga rujukan yang terkemuka dalam kajian mengenai islam moderat yang berkemajuan, “ imbuh Prof. Tulus lagi.

Hal berbeda diungkapkan oleh Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP selaku Wakil Rektor I UMY. ASM School Of Political Thought and Humanity ini, menurutnya merupakan sebuah pemberitahuan bagi kita bahwa ilmu pengetahuan dan tekonologi tanpa Political Thought tidak akan berjalan dengan baik. “Jadi saya juga berharap dengan adanya ASM ini nantinya akan menghasilkan penerus-penerus yang mengikuti ideologi dari pak Buya,“ tegasnya.

Ahmad Imam Mujadid Rais M.A selaku Direktur Riset Maarif Institute juga mengatakan bahwa, sekolah ini nantinya akan menjadi sebuah ide baru untuk mengembangkan pemikiran atau gagasan Buya. “Sama halnya ketika bangsa sedang risuh dan gaduh akibat kisruhnya antara polri dan KPK, kemudian beberapa orang pun menyarankan Jokowi untuk telfon Buya untuk meminta sarannya seperti apa, dan hasilnya pun Budi Gunawan tidak jadi dilantik yang akhirnya dapat meredakan gegaduhan bangsa ini. Dari beberapa kasus tersebut terbukti bahwa ide atau pemikiran yang dalam dari Buya ini memiliki peran penting dalam sebuah bangsa, “ jelasnya.

Adapun keunggulan yang ditawarkan oleh ASM Political Thought And Humanity antara lain seperti, adanya konferensi nasional dan internasional yang akan diselenggarakan pada setiap tahunnya, pemberian beasiswa bagi mahasiswa S3 khususnya di lingkungan Muhammadiyah, pemberian dana bagi penelitian dosen maupun mahasiswa yang terkait dengan kajian islam yang berkemajuan, dan pembuatan jurnal dan mempublikasikannya dalam bentuk sebuah buku. (Ica)