Zakir Naik Ajak Umat Islam Jadi Agen Muslim yang Baik

April 7, 2017 oleh : superadmin-pa

Agama Islam saat ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat cepat dibandingkan agama lainnya. Seperti makna Islam sendiri dari kata salam yang berarti agama damai, namun persepsi terkait agama Islam masih banyak yang salah mengartikan. Islam banyak yang mengidentikkan sebagai agama jihad dan fundamentalisme, akan tetapi yang menyebut kedua istilah tersebut untuk agama Islam sendiri, justru tidak mengetahui arti yang sebenarnya. Melihat dari kondisi yang saat ini masih memojokkan umat Islam dengan perspektif tersebut, DR. Zakir Naik mengajak seluruh umat Islam untuk meluruskan dan menjadi agen muslim yang baik bagi agamanya dan juga agama lainnya.

“Pada umumnya banyak yang menginginkan perdamaian, namun justru banyak pula yang tidak menyukai perdamaian (Islam, red). Islam sesuai dengan maknanya memiliki arti damai, yang telah disebarkan sejak 1400 tahun yang lalu dengan dibawakan oleh Muhammad SAW. Siapapun yang menyebarkan perdamaian, dan mengikuti ajaran Islam dengan baik, itu artinya dia adalah agen muslim,” ujar DR. Zakir Naik saat memberikan Kuliah Umum yang bertemakan “Religion As An Agent of Mercy and Peace,” Senin (3/4) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

DR. Zakir mengatakan lebih lanjut, pasca terjadi penyerangan pada 11 september 2001 yang mengakibatkan umat Islam di Amerika semakin dikucilkan, Islam melekat sebagai agama yang fundamentalis dan jihad. Pemberian citra inilah yang sering diagungkan oleh media Internasional. “Media Internasional sering mengasosiasikan Islam yang fundamentalis. Sementara mereka tidak tahu makna yang sebenarnya dari itu. Mereka juga sering mengartikannya dengan kata ekstremis. Sementara menurut kamus oxford, fundamentalis mengandung arti berpegang teguh kepada ajaran agama, terutama dalam memahami agama Islam. Dilihat dari arti ini, saya bersaksi bahwa saya umat Islam fundamentalis. Anda boleh jadi Islam yang fundamentalis, namun jangan salah arah,” tegasnya.

Selain fundamentalis, makna jihad hingga saat ini masih dipandang buruk. Menurut DR. Zakir, jihad bukanlah perang sebagaimana yang sering diartikan terutama oleh media Internasional. “Jihad dari kata jahadah, yang artinya berjuang dengan sungguh-sungguh untuk berusaha menjadi agen muslim yang baik. Jihad juga bukan hanya dilakukan oleh muslim saja, jihad bisa dilakukan oleh non muslim asal mereka bisa bersungguh-sungguh dan berjuang untuk menyebarkan perdamaian. Ini menjadi tugas muslim untuk membuang perspektif terkait agama Islam yang masih disalahartikan,” ujarnya.

Meskipun saat ini umat Islam telah berkembang dengan pesat, terlebih pasca terjadi peristiwa 911 di Amerika yang membuat umat lain banyak yang penasaran dengan Islam, hingga pada akhirnya banyak yang berbondong-bondong jadi mualaf. Pesatnya perkembangan Islam, DR. Zakir Naik masih menaruh perhatian kepada umat Islam yang belum bisa mengimplementasikan perintah dalam Al Qur’an. “Kitab Al Qur’an telah mengajarkan kita tentang perdamaian, sebagaimana yang termaktub dalam Qur’an Surat Al Anam ayat 54. Seperti yang kita lihat di banyak lembaga pendidikan, ungkapan Assalamualaikum tergantikan dengan ucapan selamat pagi. Sementara jika kita mengetahui, ucapan salam memiliki makna perdamaian, sedangkan ucapan selamat pagi itu tidak ada keuntungan dan keberkahan. Kita bisa menjadi agen muslim yang baik dengan diawali dari seringnya kita mengucapkan salam,” paparnya. Pada sesi tanya jawab kuliah umum ini, ada dua peserta yang menyatakan diri masuk Islam dan bersyahadat disaksikan oleh ribuan peserta lainnya. (Hv&Wsn)