Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi mahasiswa, Program Studi Politik Islam-Ilmu Politik terus mendorong mahasiswa mengikuti berbagai pelatihan penulisan publikasi, salah satunya pelatihan NVivo 12 Plus. Sebanyak 7 mahasiswa mengikuti Pelatihan NVivo 12 Plus yang digelar Jusuf Kalla School of Government (JKSG) UMY. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, (21-22/1) di Ruang 3.03 Gedung Pascasarjana UMY. Tampil sebagai narasumber dan trainer, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc (Direktur JKSG), serta didampingi 2 trainer, Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP, dan Salahudin, M.P.A.

Achmad Nurmandi mengungkapkan problem utama mahasiswa terutama di lingkungan sosial dan humaniora adalah kurangnya tulisan dan publikasi pada jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional, selain karena kebiasaan menulis deskriptif melalui metodologi kualitatif, juga disebabkan kurangnya pengetahun untuk mengases informasi aplikasi-aplikasi IT yang dapat menunjang penilitian.

Profesor yang juga dosen S3 Politik Islam-Ilmu Politik ini mengingatkan jika dari tahun ketahun tidak ada inisitaif untuk mempelajari berbagai macam aplikasi penilitian maka dikhawatirkan Produktifitas publikasi Mahasiswa akan menurun sering perkembangan digital.

“Metodologi penelitian kualitatif dapat dikembangkan dari deskriptif menjadi penelitian dengan pola yang menarik dan berbasis angka-angka atau data-data objektif melaui Aplikasi/Software NVivo 12 Plus”

Sementara itu, Dian Suluh menerangkan Nvivo 12 Plus dapat mengatasi subjektivitas dalam penelitian kualitatif. Tantangan terbesar bagi peneliti kualitatif adalah subjektivitas (researcher-biased), validitas, dan reaktivitas.

“Tantangan tersebut cukup sulit diatasi jika peneliti menganalisis data secara manual. Oleh karena itu, NVivo membantu untuk memisahkan data yang bersumber dari informan, peneliti, serta secondary sources (buku, laporan hasil penelitian, dokumen-dokumen sejarah, artikel-artikel jurnal, isi website, berita online, prosiding konferensi, memos, catatan lapangan, anotasi bibliografi, dan bahkan jurnal harian peneliti yang tersimpan dalam NVivo). NVivo memastikan bahwa data bersumber dari lapangan. NVivo efektif untuk triangulasi data dan triangulasi peneliti. NVivo juga memberi ruang seluas-luasnya kepada tim peneliti untuk bekerja dalam NVivo,” tutup Dian Suluh yang saat ini menempuh pendidikan doktoral di politik islam-ilmu politik UMY.