Indonesia Sudah Sepantasnya Jadi Contoh Pelaksanaan Islam Yang Ramah Bukan Islam Yang Marah

2 Desember 2019, oleh: wahono

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia sudah sepantasnya menjadi contoh atas pelaksanaan Islam yang ramah bukan Islam yang marah.
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY, Dr. Zuly Qodir, M.Ag dalam Seminar Nasional bertajuk “Agama dan Politik Dalam Diskursus Keberagaman Masyarakat Asia Tenggara”. Kegiatan ini diselenggarakan Institute for South-East Asian Islamic Studies (ISAIS) dan  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada 2-3 December 2019.
Dr, Zuly Qodir menerangkan bahwa Islam dan perkembangan politik di Indonesia tidak pernah bertentangan dengan demokrasi namun dalam perkembangan terakhir muncul fenomena yang kurang kondusif yakni munculnya kebiasaan model berpolitik yang kurang menghargai perbedaan pandangan dan sikap politik.
Dia menambahkan, dengan kondisi semacam itu ormas Islam mainstream seperti Muhammadiyah dan NU serta  perguruan tinggi harus ambil bagian mengawal demokrasi dan Islam Indonesia. Jangan sampai Islam Indonesia dikesankan sebagai  Islam pemarah.
Selain Dr. Zuly Qodir, hadir pembicara lainnya, diantaranya mantan rektor UIN Jakarta Prof. Azyumardi azra, mantan rektor UIN Jogjakarta Prof. Amin abdullah, rektor UIN Surabaya Prof. Masdar hilmy, rektor UIN banjarmasin Prof. Mujiburrahman, Dan Prof. Ummi sumbulah UIN Malik Ibrahim Malang